Rabu, 26 Mei 2010

PALIAT KELUA KALSEL

Kamis, 04 Desember 2008
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.

Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.

Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.

Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.

Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada

MANTAP NASI PALIAT

Kamis, 04 Desember 2008
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.

Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.

Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.

Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.

Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada

GANGAN PALIAT KHAS KELUA TABALONG

————————————————————————————————
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong

paliat

Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.

Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.

Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.

Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.

Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.

Gangan Paliat (2)

Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik

sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?

MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.

Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.

Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.

Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.

“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.

Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.

Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.

Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.

NASI PALIAT

————————————————————————————————
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong

paliat

Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.

Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.

Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.

Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.

Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.

Gangan Paliat (2)

Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik

sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?

MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.

Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.

Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.

Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.

“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.

Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.

Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.

Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.

GANGAN PALIAT KHAS KALUA

————————————————————————————————
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong

paliat

Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.

Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.

Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.

Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.

Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.

Gangan Paliat (2)

Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik

sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?

MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.

Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.

Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.

Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.

“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.

Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.

Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.

Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.

Mandai Basanga

Mandai Basanga



Dalam kebudayaan Banjar juga mengenal berbagai macam jenis makanan dan minuman, masakan yang ada di daerah Kalimantan Selatan biasanya unik dan menyesuaikan dengan bahan makanan yang ada di sekitar. Seperti jenis masakan yang satu ini, namanya Mandai Basang atau kulit buah Tiwadak (cempedak) yang digoreng. Orang Banjar menyebut kulit cempedak sebagai mandai ada juga yang menyebutnya dami. Banyak orang yang bingung dan tidak tahu dengan masakan dari kulit cempedak ini, bahkan ada beberapa kenalan saya yang tidak pernah memakan mandai ini padahal lahir di Banjarmasin. Rata-rata komentarnya ketika sudah merasakan “ai nyaman lah sakalinya” (ah enak ternyata), entah kenapa ada saja orang Banjar atau orang yang sudah lama tinggal di daerah Kalimantan Selatan yang tidak tahu jenis makanan ini.

Mandai sudah lama dijadikan lauk alternatif bagi orang Banjar, kalau hanya mengingat untuk memakan buahnya kebanyakan orang tidak terpikir untuk memanfaatkan kulitnya. Sebelum diolah, kulit cempedak dikupas bagian luarnya sehingga tampak putih kemudian dibersihkan. Nah, bagian inilah yang disebut mandai atau dami tadi, setelah menjadi mandai biasanya tidak bisa langsung digoreng tetapi harus direndam lebih dulu di dalam air selama beberapa jam. Lamanya merendam tergantung yang punya niat memasak, seperti mandai di rumah saya sudah sebulan masih saja direndam karena tidak tiap hari memakannya. Dengan direndam ini daging mandai akan menjadi lunak sehingga saat digoreng nanti lebih mudah dan hasilnya lebih enak seperti menggigit daging.

Berikut ini resep sederhana untuk memasak mandai:

Bahan : kulit cempedak yang sudah dibersihkan (mandai), minyak goreng

Bumbu : brambang/bawang merah, bawang putih, lombok merah/hijau, garam. semua bumbu secukupnya.

Cara membuat :

* kulit cempedak yang sudah dibersihkan dipotong-potong, besarnya tergantung keinginannya ada yang suka potongan besar ada juga yang kecil-kecil.
* bumbu-bumbu dikumpulkan kemudian dihaluskan bersamaan.
* campurkan mandai tadi ke dalam bumbu, dioles-oles atau cara apa saja yang penting mandai dan bumbu menyatu.
* panaskan minyak goreng, tunggu sampai panasnya merata agar menggoreng mandainya mudah.
* yang terakhir gorenglah mandai di dalam minyak yang sedang panas-panasnya untuk mendapatkan hasil yang aduhai :)

Cara menyajikan mandai sama seperti menyajikan lauk lainnya, cukup dihidangkan di dalam piring sudah bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, apalagi dimakan dengan nasi panas, uma ai nyaman banar !! tapi bagi yang

punya penyakit maag kambuhan hati-hati jangan kebanyakan

kata cinta buat si DIA

7 kata cinta yang pernah ada
Sebagai penghias hubungan kita
Sebagai dasar dalam membina hubungan
janganlah pernah kau lupakan

Dimulai dengan ’setia’
lalu ‘kasih’
lalu ’sayang’
lalu ‘rindu’
lalu ‘percaya’
lalu ‘jujur’
lalu ’sehati’


Tidak cukup 7 kata cinta
karena cinta tidak berwarna
karena manusia penuh dengan dosa
karena cinta lahir dari kebeningan jiwa

menambah ‘penerimaan’
mengurangi ‘pengharapan’
memberi cinta
tanpa harus mengharapkan balasannya

Selasa, 18 Mei 2010

balawak haja kita

Kamarian itu takumpulan Garbus, Tulamak, Tuhirang wan si Palui. Bubuhannya, dudukan di palatar rumah Palui nang hanyar dibaiki, rami mamanderakan musim buah nang kada ampih-ampih, basambung tarus. Musim durian haja baluman habis, cangul musim rambutan, kada lawas tadi datang pulang musim tiwadak manyambung.

"Bubuhan ikam pina lancar mamander buah, rakunganku rasa karing," ujar Tuhirang manyindir.

"Aku paham haja disindir Rang ai," ujar bini Palui manyahut sambil mambawa baki baisi banyu teh. Kada lawas imbah manyurung teh, bini Palui kaluar pulang mambawa pipiringan minyak lamak.

"Nah, minyak lamak ini musti gasan baurutan, ayu siapa nang batis tangannya tasalihu kuurut," ujar Tulamak.

"Hadangi kawannya," ujar Palui manyala pander. "Nah, iya kalu?" lanjut Palui imbah inya malihat bininya mambawa tiwadak sudah bakuyak, kuning, biginya ganal-ganal. "Ayu silahkan dimakani tiwadak putikan di kabun mintuha," ujar Palui manyuruh karna malihat Garbus wan Tulamak pina manyirit.

"Garbus manjumput dua talu bigi, lalu langsung mancacap ka minyak di pipirangan, nyam-nyam manyuap ka muntung."

"Malihat Garbus mancacap, Tulamak maumpati jua, langsung mancacap ka minyak di pipiringan, lalu kiyap-kiyap manyuap pina kanyamanan banar."

Malihat Garbus wan Tulamak pina kanyamanan, Palui managur. "Kaya apa rasanya Bus?" ujar Palui manakuni sambil lihum karna bingung malihat bubuhannya pina rakus banar mancacap ka minyak.

"Garbus wan Tulamak kada kawa manyahut hanyar takulum-kulum sambil maacungakan ibu jarinya, mamadahakan hebat."

"Astagfirullah ... astagfirullah," ujar bini Palui kabingungan.

"Nyaman banar, nyaman banarrr ... malancar managuknya," ujar Garbus taimbai manyahutnya.

"Kanapa maka ikam pina bingung malihat kami kanyamanan makan tiwadak," ujar Tulamak batakun ka bini Palui.

"Aku bingung wan hiran-hirannya, karna saumur hidupku balum biasa malihat urang makan tiwadak bacacap ka minyak," ujar bini Palui.

"Tapi, kanapa maka disurung ka kami," ujar Tulamak.

"Minyak lamak itu kada gasan mancacap tiwadak, tapi gasan ... gasan maminyaki tangan supaya gatah kada marikit ka tangan. Dasar batat kada balampu bubuhan pian ini, sama haja wan abahnya kanapa maka kada mamadahakan cara manggunakan minyak lamak itu," ujar bini Palui gagarunum lalu masuk ka dalam.

BUJURKAH SAYA MENIKAH DENGAN PASANGAN YANG TEPAT ..???????????

Dear All...

Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita
Ini, Dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk
Meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.
"Apakah saya menikah dengan orang yang tepat"
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba
Melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya tahu kalo
Saya menikah dengan orang yang tepat?"
Saya melihat Ada seorang lelaki bertubuh besar duduk
Di sebelahnya jadi saya menjawab "Ya.. Tergantung. Apakah pria disebelah
Anda itu suami anda?"
Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"
"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."
Inilah jawabanya?
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu,
Begitu merindukan belaian sayangnya,
Dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang
Bersemangat begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami Dan
Pengalaman yang begitu spontan.
Ngga perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan "jatuh" cinta?
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"
Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-akan anda sedang
Berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang Dan
Terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif Dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
Perubahan ini merupakan siklus alamiah Dan terjadi
Pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. Telpon darinya menjadi hal yang
Merepotkan,
Belaiannya ngga selalu diharapkan Dan sikap-sikapnya
Yang besemangat
Bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat
Yang Ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada
Masing-masing individu,
Namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda,
Anda akan mendapati
Perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan,
Pada saat anda jatuh
Cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan
Pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?"
Mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau
Dari keduanya.. Nah Lho!
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba
Merefleksikan eforia cinta
Yang pernah terjadi.. Anda mungkin mulai berhasrat
Menyelami eforia-eforia
Cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas
Ketidakbahagiaan itu
Dan
Mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk Dan ukuran untuk
Pelampiasan ini, menginkari
Kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian
Orang memilih untuk
Menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya,
Pertemanannya, nonton TV
Sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang
Menyolok lainnya.
Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga Ada diluar, justru
Jawaban ini hanya Ada
Di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkIN....



wIThin Paliat for you