Guru : “Anak anak, Indonesia terletak antara dua samudra dan dua…?”
Murid : “Benuaaaa….!”
Guru : “Salah ! Yang benar Indonesia terletak diantara dua samudra dan dua duanya amatlah dalam…!”
Guru : “Sekarang flora dan fauna. Kalau akan paus binatang mamalia , buaya binatang reptilia, kambing binatang herbivora. Sedangkan macan adalah binatang….?”
Mudrid : “Carnivora !”
Guru : “Kalian ini memang bodoh ….Macan adalah binatang yang amat menakutkan…!”
Murid : ?????? :-/
Minggu, 20 Juni 2010
Rabu, 26 Mei 2010
PALIAT KELUA KALSEL
Kamis, 04 Desember 2008
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada
MANTAP NASI PALIAT
Kamis, 04 Desember 2008
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada
GANGAN PALIAT KHAS KELUA TABALONG
————————————————————————————————
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
paliat
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.
Gangan Paliat (2)
Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik
sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?
MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.
Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.
Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.
“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.
Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.
Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.
Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
paliat
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.
Gangan Paliat (2)
Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik
sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?
MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.
Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.
Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.
“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.
Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.
Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.
Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.
NASI PALIAT
————————————————————————————————
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
paliat
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.
Gangan Paliat (2)
Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik
sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?
MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.
Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.
Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.
“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.
Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.
Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.
Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
paliat
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.
Gangan Paliat (2)
Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik
sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?
MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.
Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.
Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.
“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.
Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.
Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.
Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.
GANGAN PALIAT KHAS KALUA
————————————————————————————————
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
paliat
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.
Gangan Paliat (2)
Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik
sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?
MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.
Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.
Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.
“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.
Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.
Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.
Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.
Gangan Paliat Khas Urang Tabalong
paliat
Kalimantan selatan merupakan daerah yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari kesenian, makanan, pakaian, kesenian, bahasa, mata pencaharian, dan sebagainya yang berbeda dan mungkun saja tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Kalimantan selatan.Kalimantan selatan khususnya daerah Tabalong mempunyai makanan khas yang tidak kita jumpai didaerah lain yang ada diKalimantan selatan ini.
Salah satu masakan khas urang tabalong yaitu GANGAN PALIAT. Gangan paliat dijadikan sebagai masakan khas urang Tabalong, dimana asal masakan yang sesungguhnya ini dari desa KELUA.
Gangan paliat dibuat dengan bahan utamanya adalah ikan baung, dengan rempah-rempah seperti garam, gula, dan penyedap rasa lainnya.Bumbunya bawang merah, jahe, kemiri, dan kunyit, bumbu dihaluskan, kemudian ditumis dengan sedikit minyak sampai menimbulkan bau harun yang khas dari bumbu tadi.
Masukkan ikan baung yang sudah dibersihkan kemudian masukkan santan kental yang sudah disiapkan.Didalam penghidangan, biasanya gangan paliat ditambahi dengan lalapan yang terdiri atas kacang panjang, daun singkong, dan sambal terasi.
Didalam gangan paliat yang ikan utamanya adalah ikan baung, bisa juga digantikan dengan IKAN GABUS, IKAN TAUMAN bahkan bisa juga diganti dengan udang. Gangan paliat merupakan hasil dari sebuah ide , dan untuk menjadikan masakan tersebut menjadi ciri makanan khas daerah. Ide masakan ini bisa bermacam-macam tergantung pada kreativitas dari sipembuat masakan ini.
Tidak hanya gangan paliat saja yang terkenal di Kalimantan selatan, masih banyak lagi makanan yang menjdi ciri khas daerah, seperti ketupat Kandangan, apam barabai, dan itik panggang dari Amuntai.
Contoh- contoh masakan diatas belum seberapanya, masih banyak lagi masakan khas dari daerah Kalimantan selatan. Pada gangan paliat penyajiannya pun beraneka ragam, di desa Kelua sendiri warung yang khusus menjual masakan ini bukanya dari jam 10.00, dan masih jarang sekali dijual oleh urang banjar, dan biasanya dijual dipasar-pasar tradisional, seperti yang ada dipasar murung pudak dan hanya dijual pada hari minggu saja.
Resep gangan paliat:
Bahan:
1 ikan baung yang besar, 1 biji buah kelapa yang diambil santan kentalnya, 4 sendok minyak goreng untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
4 buah bawang merah, 3cm jahe, 2cm kunyit, 1 sdt garam, 1 dst gula, 3 buah kemiri
Cara membuatnya:
- ikan baung tadi di potong-potong kemudian dicuci sampai bersih.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya, goreng sampai harum dan kemudian masukkan ikan baung seterusnya masukkan santan kental aduk terus sampai rata dan tidak boleh dilepas sampai matang.
- Akan masakan paliat dan masukkan kedalam mangkok.
Dari sekian orang yang berdagang gangan paliat di kabupaten Tabalong ini, hanya ada 2 tempat yang terkenal yaitu di Tanjung( pasar murung pudak), dan di Kelua. Tempat berjualan mereka pun rata-rata dengan lesehan, karena ditempat itu kita tidak akan menemui kursi, di situ hanya ada meja dan beratapkan tenda. Dilihat dari tempatnya yang dibilang sangat-sangat sederhana ini, tidak dipungkiri penikmat gangan paliat banyak juga yang berasal dari daerah luar kabupaten Tabalong. Ketika ditanyakan hal ini kepada si pedagang mereka menjawab ada pengunjung asal Amuntai yang sengaja datang ke warung mereka hanya untuk menikmati masakan paliat ini, mereka mengaku bahwa gangan paliat yang ada di Kelua ini jauh lebih enak dibandingkan yang ada di daerah mereka.
Gangan Paliat (2)
Setiap daerah memiliki sesuatu yang khas bisa berupa masakan, minuman, tanaman dan sebagainya. Tetapi, kekayaan khasanah budaya itu terkadang tak diketahui publik
sehingga hanya segelintir orang merasakan keberadaan Lalu, apa pula yang disebut gangan Paliat?
MENYIMAK kata gangan dalam Bahasa Banjar, maka pengertianya dalam Bahasa Indonesia adalah sayur. Membayangkan gangan, yang terlintas di benak tentu menu tambahan pelengkap makan. Nah, perihal nama gangan Paliat ini diambil dari nama khas masakan Tabalong, berasal dari Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Desa Paliat sendiri berjarak sekira 18 Km dari ibukota Tabalong, Kota Tanjung dan memakan waktu sekira 20 menit perjalanan normal.
Umumnya, pemilik warung gangan Paliat adalah warga Desa Paliat. Namun, mencari masakan gangan Paliat tak perlu lagi ke Desa Paliat. Karena penjual masakan itu sudah menyebar di Kabupaten Tabalong. Seperti dilakoni Hj Mariam warga Desa Paliat RT 2, yang berjualannya Jumat dan Sabtu di kawasan Terminal Transit Regional Desa Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, sedangkan Sabtu sampai Kamis di Pasar Kelua, lalu Senin di Tamiyang Layang, Kalimantan Tengah.
Ditemui di lokasi berjualannya di samping Mal Thaybah kawasan terminal Mabuun, Ny Mariam didampingi sang suami Hj Zainuddin menceritakan, dia pernah mengikuti pameran dagang bertajuk The 5 Th SMEs’CO Festival gelaran Departemen Perindagkop, di Jakarta Convention Center dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Yang menggembirakan, selama pameran pada 12-14 April 2007, Kabupaten Tabalong dengan menampilkan gangan Paliat mampu menarik perhatian pengunjung. Kalau kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan menonjolkan barang khas daerah masing-masing, justru gangan Paliat terlihat lebih diminati.
“Siang hari kan pada lapar. Jadi, gangan Paliat diserbu pengunjung bukan hanya warga Banjar. Seorang warga Jakarta, Ahmad Faruk, pemilik restoran khas Indonesia di Singapura, mengajak kerjasama untuk membawa gangan Paliat ke Singapura,” kata Ny Mariam.
Dikatakan suami Mariam, H Zainuddin kepada penulis yang sempat mencicipi dan merasakan gurihnya gangan Paliat sambil duduk lesehan, ketertarikan Ahmad Faruk disebabkan gangan Paliat mempunyai citra rasa nikmat dan hieginis. “Dia cenderung memilih penganan tidak berbau unsur kimia. Nikmat tidak berkurang tapi tinggi nilai kesehatannya. Kendati berlemak tapi diimbangi asam kuit yang mampu mengurangi masalah lambung atau gangguan pencernaan,” bebernya.
Seperti apa sih gangan Paliat? Bumbu makanan itu 80 % terbuat dari kunyit dicampur santan kental dan asam kuit. Bumbu lainnya, kemiri, laos, daun serai, cabe merah, bawang merah. Ditambah penyedap rasa, air, garam, ikan basah semisal baung, patin, pipih, haruan, udang dan lain-lain.
Cara membuat? Potong kecil kunyit dan laos, sangrai hingga kering. Lalu, ulek halus kunyit, laos, kemiri dan cabe merah, rebus matang dengan daun serai. Berikutnya, potong ikan sesuai kebutuhan, cuci ikan bersama asam kuit hingga bersih, rebus santan sampai mendidih, masukkan bumbu dan ikan beserta bawang merah (sudah dirajang), aduk merata biarkan kembali mendidih. Angkat dan peraskan asam kuit sebiji. Masakan pun sudah siap dihidangkan.
Mandai Basanga
Mandai Basanga
Dalam kebudayaan Banjar juga mengenal berbagai macam jenis makanan dan minuman, masakan yang ada di daerah Kalimantan Selatan biasanya unik dan menyesuaikan dengan bahan makanan yang ada di sekitar. Seperti jenis masakan yang satu ini, namanya Mandai Basang atau kulit buah Tiwadak (cempedak) yang digoreng. Orang Banjar menyebut kulit cempedak sebagai mandai ada juga yang menyebutnya dami. Banyak orang yang bingung dan tidak tahu dengan masakan dari kulit cempedak ini, bahkan ada beberapa kenalan saya yang tidak pernah memakan mandai ini padahal lahir di Banjarmasin. Rata-rata komentarnya ketika sudah merasakan “ai nyaman lah sakalinya” (ah enak ternyata), entah kenapa ada saja orang Banjar atau orang yang sudah lama tinggal di daerah Kalimantan Selatan yang tidak tahu jenis makanan ini.
Mandai sudah lama dijadikan lauk alternatif bagi orang Banjar, kalau hanya mengingat untuk memakan buahnya kebanyakan orang tidak terpikir untuk memanfaatkan kulitnya. Sebelum diolah, kulit cempedak dikupas bagian luarnya sehingga tampak putih kemudian dibersihkan. Nah, bagian inilah yang disebut mandai atau dami tadi, setelah menjadi mandai biasanya tidak bisa langsung digoreng tetapi harus direndam lebih dulu di dalam air selama beberapa jam. Lamanya merendam tergantung yang punya niat memasak, seperti mandai di rumah saya sudah sebulan masih saja direndam karena tidak tiap hari memakannya. Dengan direndam ini daging mandai akan menjadi lunak sehingga saat digoreng nanti lebih mudah dan hasilnya lebih enak seperti menggigit daging.
Berikut ini resep sederhana untuk memasak mandai:
Bahan : kulit cempedak yang sudah dibersihkan (mandai), minyak goreng
Bumbu : brambang/bawang merah, bawang putih, lombok merah/hijau, garam. semua bumbu secukupnya.
Cara membuat :
* kulit cempedak yang sudah dibersihkan dipotong-potong, besarnya tergantung keinginannya ada yang suka potongan besar ada juga yang kecil-kecil.
* bumbu-bumbu dikumpulkan kemudian dihaluskan bersamaan.
* campurkan mandai tadi ke dalam bumbu, dioles-oles atau cara apa saja yang penting mandai dan bumbu menyatu.
* panaskan minyak goreng, tunggu sampai panasnya merata agar menggoreng mandainya mudah.
* yang terakhir gorenglah mandai di dalam minyak yang sedang panas-panasnya untuk mendapatkan hasil yang aduhai :)
Cara menyajikan mandai sama seperti menyajikan lauk lainnya, cukup dihidangkan di dalam piring sudah bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, apalagi dimakan dengan nasi panas, uma ai nyaman banar !! tapi bagi yang
punya penyakit maag kambuhan hati-hati jangan kebanyakan
Dalam kebudayaan Banjar juga mengenal berbagai macam jenis makanan dan minuman, masakan yang ada di daerah Kalimantan Selatan biasanya unik dan menyesuaikan dengan bahan makanan yang ada di sekitar. Seperti jenis masakan yang satu ini, namanya Mandai Basang atau kulit buah Tiwadak (cempedak) yang digoreng. Orang Banjar menyebut kulit cempedak sebagai mandai ada juga yang menyebutnya dami. Banyak orang yang bingung dan tidak tahu dengan masakan dari kulit cempedak ini, bahkan ada beberapa kenalan saya yang tidak pernah memakan mandai ini padahal lahir di Banjarmasin. Rata-rata komentarnya ketika sudah merasakan “ai nyaman lah sakalinya” (ah enak ternyata), entah kenapa ada saja orang Banjar atau orang yang sudah lama tinggal di daerah Kalimantan Selatan yang tidak tahu jenis makanan ini.
Mandai sudah lama dijadikan lauk alternatif bagi orang Banjar, kalau hanya mengingat untuk memakan buahnya kebanyakan orang tidak terpikir untuk memanfaatkan kulitnya. Sebelum diolah, kulit cempedak dikupas bagian luarnya sehingga tampak putih kemudian dibersihkan. Nah, bagian inilah yang disebut mandai atau dami tadi, setelah menjadi mandai biasanya tidak bisa langsung digoreng tetapi harus direndam lebih dulu di dalam air selama beberapa jam. Lamanya merendam tergantung yang punya niat memasak, seperti mandai di rumah saya sudah sebulan masih saja direndam karena tidak tiap hari memakannya. Dengan direndam ini daging mandai akan menjadi lunak sehingga saat digoreng nanti lebih mudah dan hasilnya lebih enak seperti menggigit daging.
Berikut ini resep sederhana untuk memasak mandai:
Bahan : kulit cempedak yang sudah dibersihkan (mandai), minyak goreng
Bumbu : brambang/bawang merah, bawang putih, lombok merah/hijau, garam. semua bumbu secukupnya.
Cara membuat :
* kulit cempedak yang sudah dibersihkan dipotong-potong, besarnya tergantung keinginannya ada yang suka potongan besar ada juga yang kecil-kecil.
* bumbu-bumbu dikumpulkan kemudian dihaluskan bersamaan.
* campurkan mandai tadi ke dalam bumbu, dioles-oles atau cara apa saja yang penting mandai dan bumbu menyatu.
* panaskan minyak goreng, tunggu sampai panasnya merata agar menggoreng mandainya mudah.
* yang terakhir gorenglah mandai di dalam minyak yang sedang panas-panasnya untuk mendapatkan hasil yang aduhai :)
Cara menyajikan mandai sama seperti menyajikan lauk lainnya, cukup dihidangkan di dalam piring sudah bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, apalagi dimakan dengan nasi panas, uma ai nyaman banar !! tapi bagi yang
punya penyakit maag kambuhan hati-hati jangan kebanyakan
Langganan:
Komentar (Atom)